Ia Milik-Nya dan Aku Akan Memohon Kepada-Nya

Katakan kepadaku wahai Sang Pemilik Aturan Hidup apa alasan kau memisahkan aku darinya? Walau dia tidak sempurna, meski Ia bukan yang terbaik tapi aku mencintainya. Butuh waktu seumur hidupku untuk melupakannya dan aku tak bisa berhenti untuk berharap Ia akan kembali suatu saat nanti. Ini menyakitkan wahai Yang Maha Tahu. Keringkan air mataku agar aku tak dapat menangis lagi. Bunuh lah rasa di hatiku agar aku tak merasakan kepedihan lagi saat wajah dan matanya terbayang di kepalaku. Apa yang harus kulakukan agar hidupku ini kembali seperti pada saat aku belum bertemu dengannya? Aku tak pernah menyesal bertemu dengannya namun yang aku sesalkan adalah mengapa saat aku mempunyai kesempatan bersamanya aku tidak menjadi imam yang baik untuknya. Berikan kesempatan itu kepadaku Wahai Yang Maha Memberi atau hancurkanlah semua harapan dan kenangan bersamanya agar tak lagi menjadi beban yang terus menghambat perjalanan hidupku.

Jika inilah siksa darimu atas kesalahan yang telah aku lakukan di masa lalu maka ampunilah aku dan cabutlah siksa ini Tuhan dan gantilah dengan berkah dan rahmatmu. Namun bila nanti saat kau ganti siksa ini dengan pengampunan dan rahmat lalu menjadikan aku menjauh dariMu, maka jangan kau hapus rasa ini dariku. Biarkan aku terus menangis dan bersujud kepadamu memohon ampunanmu. Semenjak dulu aku sudah tahu bahwa suatu saat nanti Ia akan berubah namun aku tak pernah menyangka Ia akan berubah dengan cara seperti ini.

Aku akan terus berusaha dan berdoa dalam diamku agar Ia kembali padaku. Kabulkan pintaku yang sederhana itu Tuhan. Buatlah Ia mengerti dan tahu bahwa dalam sunyi dan gelap malam aku tak pernah berhenti menangis sambil berdoa kepadamu memohon agar Ia selalu dalam Lindunganmu. Akankah Ia mengerti dengan apa yang kurasakan? Akankah Ia tahu betapa besar rasa sayangku ini kepadanya? Buatlah Ia tahu dan mengerti Wahai Sang Maha Perkasa.

Leave a Reply