Ia Milik-Nya dan Aku Akan Memohon Kepada-Nya

December 20th, 2008 by adhiyaksa

Katakan kepadaku wahai Sang Pemilik Aturan Hidup apa alasan kau memisahkan aku darinya? Walau dia tidak sempurna, meski Ia bukan yang terbaik tapi aku mencintainya. Butuh waktu seumur hidupku untuk melupakannya dan aku tak bisa berhenti untuk berharap Ia akan kembali suatu saat nanti. Ini menyakitkan wahai Yang Maha Tahu. Keringkan air mataku agar aku tak dapat menangis lagi. Bunuh lah rasa di hatiku agar aku tak merasakan kepedihan lagi saat wajah dan matanya terbayang di kepalaku. Apa yang harus kulakukan agar hidupku ini kembali seperti pada saat aku belum bertemu dengannya? Aku tak pernah menyesal bertemu dengannya namun yang aku sesalkan adalah mengapa saat aku mempunyai kesempatan bersamanya aku tidak menjadi imam yang baik untuknya. Berikan kesempatan itu kepadaku Wahai Yang Maha Memberi atau hancurkanlah semua harapan dan kenangan bersamanya agar tak lagi menjadi beban yang terus menghambat perjalanan hidupku.

Jika inilah siksa darimu atas kesalahan yang telah aku lakukan di masa lalu maka ampunilah aku dan cabutlah siksa ini Tuhan dan gantilah dengan berkah dan rahmatmu. Namun bila nanti saat kau ganti siksa ini dengan pengampunan dan rahmat lalu menjadikan aku menjauh dariMu, maka jangan kau hapus rasa ini dariku. Biarkan aku terus menangis dan bersujud kepadamu memohon ampunanmu. Semenjak dulu aku sudah tahu bahwa suatu saat nanti Ia akan berubah namun aku tak pernah menyangka Ia akan berubah dengan cara seperti ini.

Aku akan terus berusaha dan berdoa dalam diamku agar Ia kembali padaku. Kabulkan pintaku yang sederhana itu Tuhan. Buatlah Ia mengerti dan tahu bahwa dalam sunyi dan gelap malam aku tak pernah berhenti menangis sambil berdoa kepadamu memohon agar Ia selalu dalam Lindunganmu. Akankah Ia mengerti dengan apa yang kurasakan? Akankah Ia tahu betapa besar rasa sayangku ini kepadanya? Buatlah Ia tahu dan mengerti Wahai Sang Maha Perkasa.

Menanti Keajaiban

December 17th, 2008 by adhiyaksa

Aku butuh teman untuk melalui
Aku butuh kawan untuk berbagi

Aku butuh bayangan untuk mengikuti
Aku butuh mentari untuk menerangi

Aku butuh air untuk menyirami
Aku butuh pohon untuk meneduhi

Aku butuh pagi setelah gelap hari
Aku butuh tempat untuk kudiami

Aku butuh tersenyum setelah bersedih
Aku butuh hati untuk disayangi

Untuk itulah kuingin kau tetap disini
Hingga kelak kujadikan seorang istri

Ketika aku mengingatmu
Kembali semua kilasan waktu
Saat aku pertama mengenalmu
dan sejak rasa ini tumbuh

Ketika aku mengingatmu
Kusadari betapa waktu jauh berlalu
Sedang aku masih diam terpaku
Tepat dimana rasa ini tumbuh

Ketika aku mengingatmu
Tak ada kebencian dalam kalbu

Ketika aku mengingatmu
Sebenarnya hati kecil ini masih menunggu

hari yg cerah untuk jiwa yg sepi

November 10th, 2008 by adhiyaksa

pagi datang lagi di depan jendela kamarku.aku terpaku menatap mentari yang cerah dan tersadar kau sudah tak ada lagi disampingku.rasanya seperti mati tanpamu disini.ragaku mungkin hidup namun hati dan pikiranku entah melayang kemana.aku tahu aku tak dapat berhenti berjalan.aku harus terus berjalan walau aku tak tahu kemana arah hidup ini.karena kau lah kompas ku dalam kehidupan.tanpamu aku akan tersesat.entah apa yang membuat kau pergi namun dapat kupastikan kau tak se sayang itu padaku.kini semua telah hilang hanya kenangan yang kupastikan akan tersapu oleh hujan yang akan datang di ujung hari ini.kau tak ada lagi dalam kehidupanku itulah kenyataan yang ada saat ini.

aku harus terus melangkah tanpa melihat kebelakang. entah bagaimana caranya aku akan terus melangkah.pergilah wahai malaikatku kembangkan sayapmu dan terbanglah ke langit.jangan pernah lupakan aku.aku sayang padamu tapi aku tak dapat menunggu mu.aku harus terus berjalan.karena di depanku ada harapan untuk hari esok yang lebih baik.aku berharap dapat menjelang hari itu denganmu namun bila kau memutuskan untuk pergi, dengan atau tanpamu aku harus tetap menjelang hari itu.

aku takkan menunggu lagi…

Ia adalah cinta

February 4th, 2008 by adhiyaksa

Ia adalah cinta

Dan cinta adalah Ia

Dengan segala kekurangan dan kelebihan yang dimilikinya

Terima

Ia

apa adanya tanpa pernah meragukan kesetiaan dan ketulusannya

Karena

Ia

takkan datanag dua kali dalam hidupmu

Saat yang lain pergi, Ia akan selalu ada untukmu

Saat yang lain menyerah, maka dengan tegarnya Ia akan bertahan di sampingmu

Menjaga dan membantumu serta membakar semangatmu

Tak pernahkan kau mensyukuri nikmat yang telah Sang Khalik berikan kepadamu?

Tak pernahkah kau berpikir bahwa cukuplah dengan hadirnya Ia di sisimu

Membawakan cinta dan kasih sayang yang tulus untukmu?

Tak letihkah kau terus mencari cinta?

Sementara apa yang kau cari selama ini telah ada di depan pintumu?

Menunggumu untuk membuka pintu hati yang telah kau kunci

Dengan semua kesedihan dan kenangan yang semestinya telah kau buang jauh?

Sadarkah kau bahwa kenangan yang kau pendam hanya akan membuat duniamu sempit?

Hari-hari yang kau lalui akan suram jika kau terus menyimpan semua kenangan

Jadikan kenanganmu pelajaran untukmu

Tapi jangan pernah itu menghambatmu untuk menikmati indahnya hidup

Indahnya cinta

Yang telah Ia berikan

                                                                           B. A. D .